>Kebijaksanaan

21 12 2010

>Nafsu adalah faktor utama yang menghalangi hati seseorang dari pengertian. Orang yang memiliki rasa iri contohnya, tidak dapat diharapkan untuk memiliki kebijaksanaan. Di bawah pengaruh kecemburuan dia merasa bingung. Dia tidak dapat menjaga dirinya dari berfikir tentang orang yang dia cemburui. Dia menjadi marah dan dendam kepada orang itu. Dalam keadaan seperti ini pikirannya dikendalikan oleh kecemburuan sehingga dia kehilangan kemampuan berfikir jernih atau kehilangan kemampuan membuat penilaian yang logis.

Ambisi dan nafsu juga menjadi halangan kepada kebijaksanaan. Daya pikat dari keinginan untuk memiliki kesejahteraan benar-benar mempengaruhi manusia untuk memilikinya. Semua kemampuan mental dikonsentrasikan untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Takut akan masa depan adalah ciri utama orang kafir. Dia hidup dalam keadaan tertekan karena takut sesuatu yang buruk seperti sakit atau kehilangan harta terjadi padanya. Orang kafir menghabiskan waktunya untuk merencanakan masa depan mereka yang mana merupakan halangan utama kepada pemikiran yang jernih. Rasa takut membuat mereka tertekan dan menghalangi kemampuan mental mereka untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Rasa takut mati juga mempengaruhi manusia dengan cara mengisi hati mereka dengan kesedihan, padahal kematian bisa datang kapanpun dan kepada siapapun. Meskipun begitu, orang kafir tetap menderita selama hidup mereka. Adapun bagi orang beriman, kematian bukanlah hal untuk disedihkan.

Rasa takut dan nafsu-nafsu inilah yang menghalangi manusia dari pengertian. Manusia yang diperbudak oleh nafsunya tidak akan pernah dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang seharusnya dia perhatikan. Seorang manusia hendaknya mengalihkan semua kemampuan berfikirnya kepada Sang Pencipta yang telah menciptakannya menjadi makhluk yang mulia. Namun hati yang dipenuhi oleh ambisi duniawi gagal untuk mengingat Allah. Hanya orang yang terbebas dari rasa takut, ketamakan, dan keegoisanlah yang dapat memiliki pengertian mendalam tentang Allah dan mematuhinya.

Orang yang berpengertian ialah orang yang takut pada Allah dan siap untuk menerima perintahNya. Mereka tidak pernah menunjukkan kesombongan. Mereka tidak pernah bersikukuh pada perbuatan salah dan segera berubah jika dirasa ada yang salah. Alasannya adalah untuk menemukan kebenaran dan bukan untuk memaksakan pendapat kepada orang lain. Itulah sebabnya Allah menyatakan bahwa mereka adalah

“Orang-orang yang suka mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Itulah orang-orang yang dipimpin Allah, dan itu pulalah orang-orang yang mengerti.Az-Zumar:18.

Karena orang kafir tidak memiliki kebijaksanaan dan pengertian, mereka tidak dapat melihat tanda-tanda besar yang mengelilingi mereka. Langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Namun orang kafir tidak pernah dapat melihatnya. Pandangan mereka dikaburkan oleh ambisi dan kesenangan duniawi. Mereka mencurahkan pikirannya kepada keuntungan yang sedikit dan hasrat duniawi. Pikiran mereka memiliki daya serap yang rendah atas Allah. Karenanya Allah senantisa menyeru orang yang berpengertian untuk beriman:

Dialah yang menurunkan hujan, setelah mereka berputus asa untuk mendapatkan pengairan. Lalu Dia menyebarkan rahmat-Nya berupa kesuburan. Dia Maha Pelindung dan Terpuji. Ash-Shura:28

Merupakan hal yang menarik mencermati bagaimana orang kafir dipanggil di dalam Al-Qur’an. Allah dan para RasulNya memanggil mereka kepada kebijaksanaan.

Kami tidak pernah mengutus rasul sebelummu, kecuali laki-laki penduduk kota Maksudnya bukan orang suku pedalaman arab yang ikut-ikutan saja pada orang kota. Mengapa orang kota itu sampai terheran-heran karena kerasulan Muhammad, dan tidak terheran-heran terhadap kerasulan yang lain-lain., yang mereka Kami beri wahyu juga sepertimu. Apakah mereka tidak pernah menjelajah di belahan bumi ini, untuk kemudian memperhatikan: akibat apa yang telah terjadi pada orang-orang yang mendustakan rasul sebelum mereka yang sekarang? Bahwa kenikmatan kampung akhirat jauh lebih baik dari kenikmatan dunia. Tidakkah kamu hai penantang-penantang rasul memikirkan perbedaan ini? Yusuf:109

Sesungguhnya telah kami turunkan kepadamu sebuah kitab Maksudnya Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat pengajaran-pengajaran untuk kebahagiaanmu dalam banyak bidang. Apakah engkau tidak dapat memahami bidang-bidang pengajaran itu? Al-Anbiya:10

Katakanlah! “Marilah kubacakan apa-apa yang telah diharamkan Tuhan kepadamu, yaitu: “Janganlah kamu mempersekutukan Dia dengan sesuatupun, berbaktilah kepada kedua orang tuamu. dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rizki kepadamu, dan kepada mereka juga. Janganlah kamu mendekati perbuatan keji baik yang terang maupun yang tersembunyi. Dan janganlah kamu bunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali karena sebab-sebab yang dibenarkan oleh syariat. Begitulah yang diperintahkan Tuhan kepadamu, supaya kamu memikirkannya. Al-An’am:151

Kemudian sesudah mereka maka muncullah satu angkatan yang jahat yang mewarisi kitab Taurat. Mereka mengeruk keuntungan kekayaan dunia dengan cara-cara yang kotor. Untuk mana mereka berdalih: “Toh kami akan diampuni juga oleh Tuhan”. Dan jika mereka mendapat kesempatan untuk mengeruk harta sebanyak itu lagi mereka akan mencaploknya juga. Bukankah telah diambil perjanjian mereka di dalam kitab Taurat, bahwa mereka tidak boleh mengatakan apa-apa terhadap Allah, kecuali yang benar? Sedangkan mereka telah mempelajari isi Taurat? Sungguh kehidupan akhirat lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Apakah kalian tidak mengerti? Al-A’raf:169

Katakanlah: “Jika dikehendaki Allah, niscaya tidak kubacakan Al-Qur’an itu kepadamu dan tidak pula Tuhan akan memberitahukan kepadamu tentang ke-Rasulanku. Sesungguhnya aku telah hidup bersamamu beberapa tahun sebelum Al-Qur’an itu diturunkan. Apakah kamu tidak memikirkan bahwa aku tidak pernah berdusta kepadamu? Yunus:16

Dan tiadalah dari kehidupan dunia ini selain dari permainan dan kesenangan sementara. Sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu berakal? Al-An’am:32

Orang yang dapat meyakini bukti-bukti ciptaan dan keberadaan Allah hanyalah orang-orang yang berpengertian.

Di persada bumi ini ada tumpak-tumpak  Maksudnya bidang-bidang tanah yang berdekatan, tetapi ditumbuhi oleh jenis tumbuh-tumbuhan yang berbeda, misalnya bidang yang satu ditumbuhi tanaman yang tua, dan bidang yang lain palawija, begitu juga sebaliknya. Ada pula yang dapat ditumbuhi kedua jenis tanaman itu sekaligus pada bidang yang sama. Ada tanah yang gembur, ada pula yang keras kering dan sebagainya tanah yang berdekatan dan ada kebun-kebun anggur, ada tanaman-tanaman berbagai jenis, ada pula pohon kurma; baik yang bercabang maupun yang tidak. Semuanya disirami oleh air yang sama, namun kami berikan kelebihan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain tentang warna, rasa, dan rupa. Dalam hal-hal yang demikianpun, ditemukan tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang mau memikirkan. Ar-Ra’du:4
Katakanlah: “Dialah yang berkuasa menimpakan siksaan dari atas dan dari bawah Siksaan dari atas dan dari bawah semacam siksaan yang hakekatnya belum diketahui.

Karena itu timbul bermacam-macam pendapat sebagai berikut:
a. Siksaan dari atas kemungkinannya topan dan halilintar, dapat juga diartikan dari pimpinan dan atasan.
b. Siksaan dari bawah kemungkinannya gempa bumi yang terjadi sejak dari dahulu sampai sekarang. Dapat juga diartikan dari anak buah atau dari bawahan lainnya. atau melibatkan kamu ke dalam golongan yang sedang bertentangan, sehingga kamu ikut menderita akibat dari pembalasan dendam pihak yang lain.

Perhatikanlah, bagaimana Kami telah berulang kali menjelaskan keterangan-keterangan Kami semoga mereka mengerti. Al-An’am:65
Dan dialah yang mencipatakan kamu dari satu diri yaitu Adam, lalu diberinya tempat simpanan dan tempat pemeliharaan. Tempat simpanan ialah tulang sulbi ayah dan tempat pemeliharaan ialah rahim ibu.. Sesungguhnya telah kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mau memahami. An-An’am:98

Tidak ada celanya bagi orang buta, orang pincang, orang sakit dan bagi dirimu sendiri makan di rumahmu , di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu di rumah saudara-saudaramu yang lelaki, di rumah saudara-saudaramu yang wanita, di rumah saudara-saudara lelaki dari bapakmu, di rumah saudara-saudara perempuan dari bapakmu, di rumah saudara-saudara lelaki dari ibumu, di rumah saudara-saudara perempuan dari ibumu, di rumah-rumah orang yang kamu sendiri menjadi jurukuncinya Wakil seseorang yang memegang kepercayaan/kuasa, atau di rumah teman karibmu. Tidak ada celanya bagimu makan bersama-sama atau sendiri-sendiri. Jika kamu masuk dalam rumah-rumah tersebut hendaklah memberi salam kepada pribadimu masing-masing Maksudnya kepada penghuninya ditandaskannya dengan perkataan “pribadimu” karena mesranya suasana kekeluargaan, sehingga dianggap sebagai rumahnya sendiri dengan persembahan kata yang penuh restu dengan sebaik-baiknya sebagaimana dianjurkan oleh Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat hukumNya kepadamu supaya kamu mengerti. An-Nur:61

Dan dari perasan buah korma dan anggur, kamu buat minuman keras Dengan menyebutkan minuman keras pada ayat ini, semata-mata menguraikan bahwa dari buah korma dan anggur orang dapat membuat minuman keras, karena memang begitulah yang terjadi pada waktu itu. Jadi bukan maksudnya untuk menghalalkan minuman keras itu dan bermacam-macam sari buah yang baik. Sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan. An-Nahl:67

Dan selanjutnya dia menundukkan Maksudnya disuruh bekerja tanpa upah malam dan siang untukmu silih berganti. Begitu pula matahari, bulan dan bintang-bintang, semuanya ditundukkan untuk kepentinganmu, sesuai dengan perintah-Nya. Sesungguhnya dalam hal-hal yang demikian, terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan buat orang-orang yang mau memahaminya. An-Nahl:12

Allah mengemukakan suatu perumpamaan untukmu dari suatu hal yang biasa dialami oleh dirimu sendiri: Apakah ada antar budak-budakmu yang menjadi sekutumu dalam kekayaan yang telah Kami karuniakan kepadamu, pada mempunyai hak-guna yang sama terhadap kekayaan itu? Sudah tentu kamu takut kalau-kalau mereka itu bertindak semaunya sendiri, sebagaimana takutmu terhadap sesamamu yang mempunyai hak kebebasan hidup, bukan? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat Kami bagi kaum yang berakal. Ar-Rum:28

Musa menjelaskan sifat-sifat Tuhan, katanya: “Dialah Tuhan yang menguasai Timur dan Barat dan apa yang ada di antara keduanya, itupun bila kamu dapat memikirkannya”. As-Shuara:28
Masih di antara bukti-bukti kekuasaanNya itu juga, diperlihatkan-Nya kilat kepadamu yang menimbulkan rasa cemas dan membangkitkan rasa harapan, lalu diturunkanNya hujan dan dengan air hujan itu dihidupkanNya tanah yang sudah mati. Sesungguhnya dalam hal ini ada pula bukti-bukti untuk kaum yang berakal. Ar-Rum:24

Ada perbedaan tingkat kebijaksanaan. Kemampuan seseorang untuk memurnikan hatinya dari nafsu duniawi dan keegoisan menentukan tingkat kebijaksanaan. Cinta yang seseorang rasakan untuk hidup dan nafsu juga menentukan besarnya tingkat halangan bagi kebijaksanaan.

Orang bisa patuh kepada Allah maupun kepada nafsunya. Ketika mematuhi Allah dia terselamatkan dari batas-batas nafsu dan memperoleh kebijaksanaan. Sebaliknya, ketika mematuhi nafsu, dia mencurahkan seluruh pikiran untuk menuruti nafsu.

Di saat nafsu mengendalikan jiwa seseorang, hatinya menjadi terkunci sehingga tumpul terhadap cahaya ilahi. Dengan begitu hatinya kehilangan pengertian (At-Taubah:87), pengetahuan (At-Taubah:93), kehilangan kepekaan, dan kehilangan cahaya.

Dalam prosesnya, seseorang tidak pernah dapat menyadari bahwa dia telah kehilangan pengertian karena dia juga kehilangan kemampuan membedakan benar dan salah. Seseorang bisa saja menyadari perubahan baik dalam dirinya tapi belum tentu dapat menyadari perubahan buruknya. Seperti orang yang pingsan atau koma, dia tidak akan pernah tahu sampai dia sadar.

Di dalam Al-Qur’an, pernyataan orang-orang yang tidak memiliki kebijaksanaan dijelaskan.

Dan perumpamaan orang kafir itu, seperti binatang ternak yang patuh kepada penggembala yang memanggilnya, karena kebiasaan saja. Dia tidak mendengar apa-apa kecuali suara panggilan dan himbauan belaka, tanpa mengerti isi panggilan itu. Mereka tuli, bisu dan buta, karena itu mereka tidak mengerti. Al-Baqarah:171

Diterjemahkan dari “The Basic Concepts in The Qur’an” karya Harun Yahya http://www.harunyahya.com. Terjemahan Al-Qur’an dikutip dari “Terjemah dan Tafsir Al-Qur’an” susunan Bachtiar Surin terbitan Fa. SUMATRA Bandung. (selaras.web44.net/pengertian.php)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: